Skip navigation

Tadi ada pengamen door-to-door lewat rumah gue. Eh kok malah yang disamperin kos-kosan depan rumah. Meskipun pintu rumah gue gak terbuka, tapi kan gue ada di dalem rumah, mereka gak mampir ke rumah gue.. Agak tersinggung juga gue 🙂

Kalo profesi pengamen boleh dimasukkan dalam kategori “seniman” (emang siapa yang ngelarang? hee), menurut gue, diantara semua profesi seniman yang ada di muka bumi ini pengamen jalanan itu adalah profesi yang cukup menjanjikan (dalam hal penghasilan, tentunya). Alasan gue sbb:

  1. Tidak perlu punya skill canggih seperti penyanyi cafe
    Suara pas-pasan pun gak masalah, asal PDnya (percaya dirinya) tinggi. Pengamen mana yang dimarahin karena suaranya sember? Pasti gak banyak. Pengamen itu dibayar untuk tutup mulut (diam). Sedangkan motivator, ustadz, pendeta, guru, dosen dibayar untuk buka mulut (bicara).
  2. Alat kerjanya sederhana
    Akustik aja cukup, bikin sendiri pun bisa (ketipung dari pipa paralon). Atau kalo mau nekat, gak usah pake alat musik pun jadi. Beda sama fotografer musti pake peralatan mahal untuk kerja (bahkan sekarang ini banyak penyewaan peralatan foto/video karena alasan ini).
  3. Bisa naik kendaraan umum tanpa bayar
    Ini berlaku untuk pengamen bis kota, baik yang asli maupun yang pura-pura ngamen.
  4. Dibayar untuk pekerjaan yang tidak tuntas
    Ini mungkin hanya berlaku di Indonesia (yang gue tau ya…)
    Biasanya, pengamen door-to-door dibayar sebelom lagunya habis. Profesi mana coba yang bisa kayak gitu? Coba bayangin, kalo dokter bedah gak nyelesaiin bedahnya terus minta dibayar, pasti keluarga pasien ngomel gak keruan.
  5. Waktu kerja yang luar biasa singkat
    Karena alasan ke-4, maka bisa dibilang bahwa waktu mereka kerja singkat banget. Misalnya rata-rata 1 lagu 3 menit, boleh jadi baru 30 detik (asal yang punya rumah udah nemu koin) mereka langsung dibayar.
Iklan

2 Comments

  1. hahahahaha
    bagus2…
    tp katanya skrg udh didenda ya klo ngasi duit ke pengamen/pengemis gitu
    (berlaku jugakah terhadap pengamen door-to-door?)

    • Meskipun katanya/alkisah/pada suatu hari (nggak tau bener apa enggak) ada orang yang didenda sm Polisi karena ngasih uang sm pengamen atau pengemis, gue rasa itu propaganda doang, gak lebih. Sekadar “eksyen” untuk dimasukin koran nasional. Hmpfh, I am sooo pessimistic.. Tapi at least dengan adanya peraturan seperti itu itu mendukung kita-kita yang emang niatnya gak mau ngasi uang sama pengamen.. Btw, tadi pas makan siang denger pengamen suaranya bagus, merdu (meskipun ternyata tampangnya sangar). Pas nyari koin, sengaja gue lama2in, karena emang suara dan lagunya enak, dan gue juga tau bahwa begitu terima duit, dia akan langsung ngeloyor. Dan apa yang gue pikir bener2 terjadi. Dasar pengamen!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: