Skip navigation

Beberapa hari menjelang Jumat Agung, seorang rekan yang bukan kristiani bertanya kepada saya mengapa hari raya yang satu ini disebut “Jumat Agung”. Bukankah peristiwa yang dikenang adalah sebuah kematian? Apanya yang “agung” dalam peristiwa mengerikan semacam itu? Saya yakin pertanyaan ini tersimpan pula di benak banyak orang, bahkan mungkin juga di benak kita.

Karena dosa, kita terpisah dari Allah Yang Mahakudus. Kita tidak dapat menghampiri Dia dengan usaha kita sendiri. Manusia berusaha menciptakan agama dan peraturan untuk menggapai Allah. Akan tetapi, bagaimanapun kita berusaha, segala usaha itu gagal membebaskan kita dari cengkeraman dosa. Akibatnya, kita terkutuk dan layak menerima hukuman kekal.

Melalui peristiwa Jumat Agung, peristiwa wafat-Nya Yesus Kristus di salib, hukuman itu Dia tanggung. Kita tidak perlu lagi mengalami hukuman kekal jika kita percaya kepada-Nya. Melalui salib-Nya, karya agung keselamatan Allah tergenapi (ayat 20-22). Itulah sebabnya peristiwa yang kita peringati pada hari Jumat Agung sungguh adalah peristiwa yang agung dan layak untuk diberitakan kepada segala bangsa oleh Paulus, dua ribu tahun yang lalu.

dikutip dari “e-RH” <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: