Skip navigation

Menjelang pemilu (legislatif, 9 April) buanyak banget spanduk, banner, baliho, billboard dst. Menurut gue pribadi: sangat, sangat, sangat merusak pemandangan. Boro2 indah..

Hari Minggu kemaren hujan guede sekali plus angin kuenceng pas kita pulang dari pertemuan keluarga di Karawaci. Dampaknya banyak pohon tumbang, ampir aja nimpa mobil kita. Tapi selain itu, spanduk, baliho, sampai billboard kampanye caleg juga banyak yg roboh. Dalam hati, “Sukurin!!! Itulah cara alam menolak kampanye caleg yang lebay (berlebihan) gini..”
Gimana gak lebay, bukan cuma tampang orang2 gak cakep yang bertebaran sepanjang jalan, tapi juga tampang2 para oportunis bertebaran.. So-called-‘artis/seleb’ yg maksa masuk dunia politik gue anggep oportunis — padahal mungkin aja dalam dunia seni udah gak laku, sementara gaji legislator menggiurkan bangettttt (alkisah setahun bisa dapet Rp.1M).

Jadi inget ceramah Brian Cox tadi pagi (ada di postingan gue sebelumnya) bahwa kalo orang gak ada identitas kekekalan, consumerism jadi penting. Artinya gini, kalo orang gak mementingkan hidup kekal (afterlife) maka dia akan mementingkan consumerism (ideologi hidupnya untuk meng-consume aja) yaitu mengusahakan segala cara untuk bisa cari duit sebanyak2nya, dan hidup seenak udelnya sendiri..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: