Skip navigation

OK hari ini gue pergi ke SPH Public Seminar di Kemang Village. Tugasnya shoot video seminar pak Jul. Acaranya pleno dibawakan oleh Brian Cox, M.Ed. (Head of School) dan DR (Hon) James Riady (CEO Lippo Group), abis itu baru 2 sesi kapita selekta yang masing2 dibagi jadi 8 kelas. Banyak ya..

Di pleno, Brian Cox didampingi Michael (penerjemah). Gue suka caranya menyampaikan materi yaitu meskipun diterjemahin, artinya gak bisa nyerocos dengan *emosi*, dia tetap bisa membuat koneksi/benang merah antara poin2 yang dia sampaikan. Dan poin2 itu meskipun gak dijelasin panjang lebar poin per poin tapi jelas, dan tiap poinnya dalem. I have huge respect for this man.

Dia bicara tentang bedanya globalisasi dan global engagement. Dia jelasin dengan gambar: juice vs buah2an, dst. Globalisasi itu seperti juice — nyampur jadi satu, gak ketauan isinya apa aja. Sedangkan buah2an yang berbeda warna, bentuk, dan ukuran itu di bersatu di satu tempat tapi tetap keliatan bentuk aslinya. Perbedaan diantara keduanya: global engagement mempertahankan identitas dirinya, dan menekankan kontribusi.

Identitas (id) itu bisa dalam arti id personal, id keluarga, id komunitas, id nasional/kebangsaan, id int’l, dan id kekekalan. Pondasi dari semuanya adalah iman. Kalo gak punya id kekekalan (gak disebutin sih, tapi gue yakin banget yang dia maksud adalah iman pada Yesus sebagai Tuhan yang menjamin hidup kekal), consumerism jadi penting banget.

Identitas kultural/etnis ternyata banyak anak yang gak tau memiliki. Dalam trip ke Eropa dengan 45 siswa SPH, id kebudayaan anak2 diperkuat. Dan Eropa diperkaya dengan kebudayaan Indonesia yang dibawa kesana. Kontribusi anak2 ini besar sehingga menunjukkan confidence dan competence.

Dalam menghadapi global engagement, penting utuk memiliki pengetahuan yang dapat ditransfer dan digunakan dalam berbagai kondisi. Inovasi, adalah cara baru dalam melakukan suatu hal. Strategic plan penting untuk dimiliki seseorang dalam menghadapi masalah.

Pengetahuan itu artinya mengumpulkan data, mengerti, mengaplikasikan, analisa bagaimana mengaplikasikan, evaluasi hasil dan merubah, inovasi untuk menginspirasi. Global engagement memerlukan pengetahuan semacam ini.

Komunikasi perlu efektif, pantas secara budaya dan dalam konteks, terartikulasi dengan tepat, dengan percaya diri dan jujur. Global engagement memerlukan kemampuan komunikasi yang bagus seperti ini.

Global engagement juga memerlukan karakter untuk punya kemampuan dan keberanian untuk membedakan apa yang baik dan buruk, kemampuan untuk berpikir dan bertindak secara etis dan sesuai moral, berkomitmen pada hukum dan keadilan, dan beriman pada Kristus.

Sambil Brian Cox nyampaiin materi itu, helikopter James Riady mendarat. Beberapa wartawan mulai jeprat jepret ke arah helipad di luar. Norak bgt.. Sebenernya sih sirik karena gue gak bawa kamera… (^_^)v

James Riady bicara soal sekolah. Menurutnya lembaga masyarakat yang paling penting adalah sekolah dan kampus karena kedua lembaga inilah yang membangun manusia dan memberi hikmah/wisdom dalam hidup manusia tsb. Tapi ada yang lebih penting lagi: keluarga, yaitu sekolah yang paling dasar dalam hidup seseorang. Tapi banyak keluarga yang lemah dalam mendidik anak, karena cerai, pisah, baik yang mengakui atau tidak.

Dia juga bicara soal krismon. Menurutnya ekonomi bukanlah soal angka-angka yang kita lihat di koran, tapi bagaimana manusia itu bekerja demi kehidupan lebih baik (rumah yang lebih baik, mobil/kendaraan lebih baik, pakaian lebih bagus, dst). Dia percaya krismon ini hanya sementara. Uang di dunia ini banyak sekali, tapi meski begitu yang miskin juga banyak. Kalau uang sebanyak apapun diberikan ke orang2 miskin itu tidak akan menghapus kemiskinan.Pendidikan memungkinkan kita masuk sampai ke akar dan ambil bagian dalam pemecahan masalah. Kualitas sekolah ditentukan bukan dari apa pun selain dari kualitas di mata Tuhan. Yayasan PH baru buka Sekolah Lentera Harapan di Nias (jadi setau gue SPH itu yg paling top, SDH/Dian Harapan itu yg menengah, SLH/Lentera Harapan itu yg untuk kelas bawah) dan berdasarkan pemikiran itu James berpendapat SLH Nias lebih baik daripada Harvard karena dari Harvard banyak sekali muncul tulisan2 yang menentang keilahian Kristus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: