Lewati navigasi

Susahnya ngambil keputusan. Takut salah, takut menyesal. Ada masalah besar, ada masalah masalah kecil. Dari keputusan yang diambil pun, hasilnya punya dampak besar dan kecil.

Kami memberanikan diri untuk mencari rumah, bukan untuk ditinggali, tapi untuk investasi. Karena kami sadar kalau tidak dipaksa, kami tidak akan pernah punya rumah.

Kemarin survey ke Bukit Dago dan 2 perumahan lain, ternyata yang paling nyaman dan lingkungannya hidup ya di Bukit Dago karena ada sports center dan taman yang luaaaaaaasss yang dekat rumah yang kami survey, meskipun sebetulnya Bukit Dago itu agak jauh. Perumahan lainnya meskipun dekat tapi lingkungan kurang bersahabat dan ada pembuangan sampah yang membukit.

Di spanduk dan poster tertulis “5 menit Exit Tol Jakarta-Serpong” itu bohong, ya mungkin bener kalo jam 2 pagi (gak ada kendaraan lain) dan ngebut. Hari Minggu dengan lumayan padatnya kendaraan, sekitar 15-20 menit.

Dari awal udah janjian di mobil, supaya survey kali ini gak pake emosi. Artinya santai dan bisa berpikir jernih. Nyatanya, sampe sana langsung napsu setelah ngeliat sports center, taman luas, bebas banjir, air bagus jernih, dan terakhir ternyata rumah mas Harir & mbak Kathy beda cuma 50 meter dari kavling yang kami incar.. Paling enggak lingkungannya gak asing sama sekali dan kalo ada apa2 ada yang bisa dititipin. Perlu perhitungan matang, supaya bisa lebih yakin ambil rumah disana. Jangan sampai udah keburu napsu terus malah DP atau cicilan tak terbayar..

Selain dipikir-pikir, semalam kami juga mulai mendoakan. Anehnya, rasa ini kok makin kuat.. Apa kehendakMu ya Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.